Rabu, 30 Januari 2013

Mengingat Kematian

Bismillahirrahmanirrahim...
                                                            
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sejalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali Imran : 185)

Tak tahu kenapa kematian itu selalu datang menyapaku? Ada saja Cara Allah memperlihatkan aku bagaimana seseorang itu dijemput oleh kematian.
Kembali merenung, memuhasabah diri sendiri, banyak sudah kekhilafan yang telah dilakukan jasad,akal dan hati ini.
Tinggal 36 Hari lagi usiaku 26 Tahun, tapi dosaku itu bagai butiran debu di tepi pantai. Pantai yang awalnya indah, tapi ternyata ada kotoran-kotoran dari dosa yang telah aku buat sendiri.
Mendengar hal-hal yang berbau kematian, sering menusuk akal dan hati ini, bagaimana nanti aku akan mati ? Seperti apa keadaan aku ketika kematian itu datang ? Ingin nangis bukan karena kematian itu datang, tapi apa yang telah aku persiapkan ketika kematian itu menjemput aku untuk kembali ke Allah, kembali ke kehidupan yang kekal. Sedangkan bekal yang aku telah lakukan mungkin amat sangat kurang. Bahkan mungkin dosa-dosa yang telah aku lakukan mengurangi bekal yang aku mau bawa di hadapan Allah.
Ya Allah, miris dengan nasib ku sendiri. Nangis terus ketika mengingat itu semua. Kematian, kematian, kematian.
Jika aku meninggal nanti, saat dalam khusnul khatimah. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar. Itu adalah Kebaikan dari Allah swt. Yang amat sangat bernilai.
Tapi jika tidak, Maka mudahkanlah kematian itu datang menjemputku atas izinMu ya Allah.
Seperti do’a salah seorang sahabat baruku yang belum pernah bertemu dengannya, tapi ku bertemunya atas izin Allah melalui kisah yang Almarhumah torehkan dalam tulisan, dalam akhlaq dan aqidahnya. Semoga kita bertemu dengan izinNya di JannahNya kelak. Aamiin.
Do’a Almarhumah :
Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapai sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapai sakaratul maut.

Do’a Almarhumah Novi di dalam tulisan dengan judul “Dosen Tak Bernyawa”. Beliau Almarhumah dan Almarhumah Esti meninggal dalam kecelakaan di Batu Raden, Purwokerto untuk menuntut ilmu, menjalin Ukhuwah dengan teman-teman seperjuangan mereka dalam LDFK yang bersatu dalam FULDFK Indonesia.

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (QS. Az Zumar : 42)

Wallahu’alam Bishawab
Makassar, 30 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar